Senin, 11 Desember 2017

Dimandikan Air Panas Bayi Dua Hari Meninggal, Direktur RSUD Tuban : Perawatnya Nglamun

Sabtu, 23/September/2017 11:37:30
Direktur RSUD Tuban, dr Saiful Hadi

TUBAN (surabayapost.net)–Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr R Koesma Tuban telah melakukan klarifikasi terhadap perawat yang memendikan bayi yang mengalami luka melepuh hingga meninggal karena diduga dimasukkan ke air panas saat akan dimandikannya, Sabtu (23/9/2017).

Direktur RSUD Tuban, dr Saiful Hadi mengatakan, bahwa dirinya telah beberapa kali memintai keterangan secara langsung kepada seorang perawat berinisial IS yang memandikan bayi baru lahir dengan air panas itu. Dari keterangannya bahwa perawat yang memandikan bayi laki-laki itu mengaku lalai dan tidak konsentrasi saat kejadian.

“Dia itu lalai kayak ngelamun begitu, dan dia mengakuinya saat kita tanya,” terangnya.

Akibat perbuatannya yang lalai saat menjalankan tugasnya, IS tidak memperhatikan kondisi airnya. Sehingga hal itu berakibat fatal dan membuat bayi yang baru dua hari lahir di RSUD Tuban mengalami luka melepuh karena airnya terlalu panas untuk ukuran bayi.

“Yang bersangkutan ini masih tenaga non PNS. Dan dia juga baru sekitar tiga bulan masuk (menjadi tenaga medis di RSUD Tuban),” tambah mantan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Tuban itu.

Sampai saat ini pihak keluarga bayi yang meninggal diduga kelalaian perawat di RSUD Tuban itu masih belum bisa dikonfirmasi oleh media. Orang tua bayi yang tinggal di Desa Tasikmadu, Kecamatan Palang, Tuban itu diduga masih terpukul dengan kepergian anak pertamanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, bayi yang baru lahir di RSUD Tuban meninggal dunia setelah mengalami luka melepuh cukup parah karena dimasukkan ke dalam air panas oleh seorang perawat yang akan memandikannya. Korban sempat dirujuk ke Surabaya untuk mendapatkan perawatan intensif meski akhirnya nyawa korban tidak tertolong. (masduki)

112 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan