Senin, 11 Desember 2017

Gathering Pelanggan Telkom Sidoarjo Jadi Ajang Curhat

Jumat, 29/September/2017 6:17:18
Rustam Effendi saat bercerita pengalamannya semenjak menggunakan layanan IndiHome

SIDOARJO (Surabayapost.net) – PT Telekomunikasi Indonesia atau yang disebut Telkom sadar keberadaan pelanggan merupakan peran penting dalam tumbuhnya kinerja bisnis Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut.

Pelanggan adalah yang mitra bisnis mutual bagi setiap perusahaan pelayanan. Perusahaan yang kinerjanya baik dan berjalan sukses karena didukung oleh pelanggan yang loyal, dan perusahaan akan berkembang dengan didukung loyalitas dan kontribusi pelanggan. Perusahaan juga harus membangun relationship dengan memberikan apresiasi kepada pelanggan yang loyal tersebut.

Apresiasi itu diberikan Telkom Sidoarjo kepada pelanggan priority Indihome 50 Mbps dan 100 Mbps. Kurang lebih, 50 pelanggan Indihome 50 Mbps dan 100 Mbps hadir dalam acara yang dilaksanakan di Jon’s Cafe and Coffee Sidoarjo, pada Kamis malam, 29 September 2017.

Rangkaian acara pun cukup menarik. Selain paparan tentang aplikasi My IndiHome, IndiHome Movie Card, lomba foto di Instagram, bagi-bagi doorprize seperti tv, flashdisk, dan smartphone, juga ada ajang ‘curhat’ pelanggan tentang kesan memakai IndiHome

Seperti yang disampaikan Rustam Effendi. Dihadapan peserta undangan dan beberapa manajemen Telkom Sidoarjo serta Telkom Jatim Balinusra, Effendi menceritakan pemakaian selama menggunakan jasa IndiHome.

Menurut pria yang aktif di komunitas Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) ini, bahwa dia berlangganan IndiHome sejak lama. Tentang berapa waktunya, dia enggan menyebutkan. Namun, kata dia, pemakaian IndiHome itu digunakannya untuk berjualan macam-macam produk UMKM di komunitasnya.

“Di era teknologi digital ini IndiHome memudahkan kami memasarkan produk UMKM tanpa harus sewa ruko (rumah toko). Cukup di rumah, bisa online dan produk sudah dipasarkan. Ada produk craft, makanan dan minuman, serta furnutir. Dan kami bekerjasama dengan siswa SMK agar mereka magang di tempat kami” katanya.

Pengalaman berikutnya diceritakan Agus, salah satu staf pengajar di SMP 1 Sidoarjo. Agus menjelaskan, sejak SMPN 1 Sidoarjo dijadikan pilot project kurikulum berbasis kompetensi, dari situ manfaat layanan internet Telkom cukup membantu.

Lalu pada tahun 2001, ada pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Dengan diterapkannya mata pelajaran itu, maka dibentuk pula MGMPTIK (musyawarah guru mata pelajaran TIK.

“Setelah itu, kami sering minta bantuan tenaga dari Telkom tentang informasi ICP. Dan difasilitasi bahkan guru sering dikumpulkan di Telkom untuk diberikan pemaparan tentang TIK,” kata Agus.

Agus menyebutkan, saat pertama kali langganan IndiHome, kapasitasnya 138 Mpps, lalu beberapa lama kemudian migrasi ke 256 Mbps. Dari situ, beberapa saat kemudian migrasi lagi ke 512 Mbps, dan terakhir migrasi ke 1 mega.

“Internet IndiHome itu kami ada 10 titik, digunakan untuk menunjang aktivitas proses belajar mengajar di sekolah Seperti layanan hot spot gratis, di ruangan guru, dan beberapa titik lagi. Karena saat ini, pelajaran sudah berbasis IT,” ujarnya.

Bahkan, ujian atau tugas yang diberikan guru SMPN 1 sudah berbasis IT. Misalnya USBN yang sudah berjalan 3 tahu belakangan ini, dan baru-baru ini sudah diterapkan e-learning.

“Jadi guru menugaskan siswanya lewat online. Dan siswa mengerjakannya, lalu diupload. Koreksinya juga muda kalau lewat online,” katanya.

Menyikapi beberapa kesan dari pelanggan dan digelarnya gathering pelanggan ini, GM TELKOM Sidoarjo, Djoko Srie Handono ‘Djosh’ mengatakan, gathering customer ini rutin dilakukan setiap setahun sekali oleh Telkom area Sidoarjo.

Indihome Gathering & Community kali ini mengusung tema ‘Digital Lifestyle.’. Dalam kesempatan itu Djosh juga menyampaikan apresiasi kepada pelanggan Indihome 50 mbps & 100 Mbps serta komunitas-komunitas Digital di kota Sidoarjo.

Dalam kesempatan malam gathering customer, kata Djosh, Telkom Sidoarjo juga memberikan apresiasi kepada pelanggan dengan melakukan percepatan perbaikan gangguan, Service Level Guarantie (SLG) dengan masa 1x 24 jam. “Tentu saja apa yang kami lakukan ini bagian dari peningkatan pelayanan Telkom terhadap pelanggan IndiHome khususnya di wilayah Sidoarjo,” tambah Djosh.

Semakin cerdasnya pelanggan, tambah Djosh, akan selektif memilih sebuah produk dan perang harga menjadi tidak akan efektif lagi. Pelanggan akan memilih sebuah produk yang berkualitas tinggi serta value dan harganya memiliki kesesuaian, maka pelanggan akan memilih perusahaan yang bisa memahami ekspektasinya.

“Untuk itu, gathering Telkom malam ini dengan pelanggan juga bertujuan membangun ikatan yang kuat dengan pelanggan IndiHome. Kami akan memberikan solusi pelayanan yang total kepada pelanggan IndiHome dan komunitas digital,” tegasnya.

Indihome merupakan connectivity yang dibangun Telkom untuk menjadikan Telkom kedepan sebagai Digital Telco. Oleh karena itu bersama masyarakat Indonesia dan pelanggan setia Telkom khususnya, Telkom akan terus membangun experience baru berbasis connectivity tadi untuk berkembang. Karena ekonomi ini akan berkembang jika diikuti dengan penetrasi broadband yang terus meningkat.

Lalu berapa total pelanggan IndiHome di Witel Sidoarjo ? Josh menyebutkan, total pelanggan IndiHome di Sidoarjo sekitar 15 ribu pelanggan yang sudah fiber optik. Sampai akhir tahun 2017 ini, targetnya bisa 75 ribu.

“Kami yakin target itu tercapai karena animo masyarakat Sidoarjo luar biasa sesuai dengan tren kebutuhan teknologi yang semakin tinggi,” jelasnya. (Junaidi)

257 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan