Selasa, 12 Desember 2017

Ketum PP Muhammadiyah Tolak Nikah Sirri

Minggu, 24/September/2017 15:48:32

JAKARTA–Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, angkat bicara perihal NikahSirri.com, yakni situs perjodohan yang kontroversial. Haedar menjelaskan sikap Muhammadiyah yang tidak mendukung pernikahan siri.

“Muhammadiyah termasuk yang berpaham tidak menganjurkan nikah siri, karena mudharat (keburukan)nya lebih banyak,” ujar Haidar di kawasam Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (24/9).

Karena itu Haedar menyebut Muhammadiyah menolak aplikasi nikah siri yang dibuat oleh pria bernama Aris Wahyudi, dan belakangan ditetapkan sebagai tersangka UU ITE dan Pornografi itu. “Jadi itu dua problem yang berlipat-lipat,” ujar Haedar.

“Jadi intinya tidak menyetujui lewat aplikasi (situs) dan tidak menyetujui nikah siri,” imbuhnya.

Nikah siri jamak dikenal sebagai nikah yang rahasia atau sembunyi-sembunyi. Pernikahan ini diklaim memenuhi syarat yang ditentukan agama, di antaranya ada wali dan mahar, namun nikah siri tak diikuti KUA alias tidak dicatatkan dalam dokumen negara.

Sementara, NikahSirri.com merupakan situs perjodohan di dunia maya. Terdapat lima layanan di dalam situs tersebut, di antaranya adalah mencari istri, mencari suami, mencari penghulu, mencari saksi, dan lelang perawan dan keperjakaan.
Diketahui, Kementerian Komunikasi dan Informatika sudah mengupayakan blokir situs tersebut.

Polda Metro Jaya pun sudah menangkap sang pemilik situs, Aris Wahyudi, dan telah ditetapkan tersangka. Atas perbuatannya, dia dikenakan pasal 4, pasal 29 dan pasal 30 UU No.44 tahun 2008 tentang Pornografi serta pasal 27, pasal 45 dan pasal 52 ayat (1) UU No. 11 Tahun 2008 tentang ITE. Tersangka terancam penjara 6 tahun penjara.

Sebelumnya, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Susana juga mengecam keberadaan situs tersebut. Terlebih lagi layanan “Lelang Perawan” yang menurutnya telah mendiskreditkan perempuan.

“Manusia bukan objek untuk dilelang. Kaum perempuan akan sangat dirugikan dalam lelang keperawanan,”

178 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan