Azkimore Ajak Syiar dan Sukses Berbisnis Lewat Busana Muslim

Senin, 9/Oktober/2017 14:59:44
Kunmas’adah dan Christine Wu (tengah) bersama mode busana muslimah karyanya, di acara Gathering and Fashion Show, Sabtu (7/10/2017).

SURABAYA (Surabayapost.net) – Beragam busana muslimah karya desainer sekaligus owner Azkimore, Kunmas’adah, ditampilkan 6 peragawati di acara Gathering dan Fashion Show di Benowo Trade Center, Sabtu (7/10/2017) kemarin. Puluhan penyuka fashion yang hadir tertegun lihat berbagai model busana itu.

Tidak hanya berbagai model busana muslimah yang ditawarkan di acara itu, tapi juga tawaran bisnis dan ibadah.

Kunmas’adah mengatakan, bisnis busana muslim akan selalu booming di negeri ini. Dasarnya, 70% lebih masyarakat Indonesia beragama Islam.

“Marketnya sangat besar dan luas. Makanya kami yang bermarkas di Surabaya ini berusaha merambah market di seluruh propinsi,” ujar dia di sela acara.

Diutararakab, muslimah Indonesia cenderung selalu mengikuti mode. Mereka yang pagi hari baru beli busana, sorenya bisa tergerak untuk beli lagi bila ada mode lebih baru.

Dari situlah Azkimore mengandalkan 2 desainernya untuk terus berkarya antara 2 hingga 3 desain baru per minggu. Produk dengan corak khas Semanggi yang merupakan tanaman khas Surabaya itu, didesain sedemikian rupa agar terlihat sederhana, elegan dan mewah.

Berbeda dengan produsen lain, Azkimore hanya fokus menggarap segmen menengah dengan harga mulai Rp 267.700,- hingga Rp1.450.000,-.

“Segmen menengah ini unik. Mereka maunya produk kelas atas tapi harganya tak memberatkan,” tukasnya.

Sebaliknya, segmen yang atas juga akan tertarik karena produk yang ditawarkan memang berasal dari bahan dan corak pilihan. Produk Azkimore juga dipastikan akan membuat pemakainya yang agak gendut, bisa terlihat menjadi lebih langsing.

Untuk menarik perhatian publik, Kunmas’adah selalu menampilkan beragam corak Semanggi lebih detil dan unik dalam setiap produknya. Beragam pernak-pernik kecil diantaranya berupa kancing baju dan sebagainya, sengaja ditempelkan untuk memberikan kesan klasik yang mewah.
Dalam rangka mendongkrak penjualan, pihaknya juga menggandeng Coaching Training Consulting Swastika Prima.

“Kami yang bertanggungjawab dari sisi marketing akan mendampingi perusahaan, para distributor, agen agar bisa menjual produknya lebih maksimal,” tandas Public Relation Director Swastika Prima, Christine Wu.

Mereka yang ingin bergabung menjadi distributor hanya diminta untuk berinvestasi Rp50 juta, dan yang ingin jadi agen cuma inves Rp5 juta.

Mereka nantinya akan mendapat busana muslimah senilai investasi yang disetor, dengan potongan harga 40% untuk distributor dan 30% untuk agen. Brand ini didirikan Kunmas’adah pada 2013 dengan nama awal Azki. Pada 2015, nama Azki berubah menjadi Azkimore.
Tujuan didirikannya Azkimore, berdakwah bil aurat dengan memberikan manfaat bagi umat muslimah dan bernilai ibadah di hadapan Allah SWT, serta turut melengkapi koleksi fashion muslim yang tampil gaya dan trendy.

Produk Azkimore menggunakan bahan katun twiil yang dapat menyerap keringat dan dingin, sehingga nyaman ketika dipakai. Produk pertama Azkimore berupa abaya dan blouse. Sejak awal produksi, Azkimore selalu berusaha untuk mengutamakan kualitas dan kuantitas bahan.

Melalui kekuatan warna, variasi motif, design simple dan matching. Perbedaan itu bisa dilihat dari model jahitan dan bahan yang digunakan. Untuk model, brand ini selalu mengikuti trend yang ada, sehingga Azkimore bisa tampil gaya, trendy, tapi tetap syar’i.

Pada 2015, Azkimore menambah produk baru dengan bahan kaos cotton combed dan cardet berupa gamis dan tunik.

Kemajuan dan perkembangan brand Azkimore semakin pesat setiap tahun. Hal ini didukung oleh pelayanan terbaik serta respon positif dari masyarakat, karena Azkimore terus melakukan inovasi dalam produk dan pelayanan dengan mengutamakan kualitas brand image serta kepuasan pelanggan. (Gan)

53 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan