Senin, 11 Desember 2017

Berjilbab Saat Sidang, Mucikari Prostitusi Online Divonis 7 Bulan

Kamis, 12/Oktober/2017 17:00:53
Terdakwa Ayu Suwatika mengenakan jilbab hitam saat menjalani persidangan kasus prostitusi online di PN Surabaya, Kamis (12/10/2017).

SURABAYA (surabayapost.net) – Bibir Ayu Suwatika tak berhenti berdoa saat menjalani sidang dengan agenda pembacaan putusan di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Kamis (12/10/2017). Untungnya doa Ayu yang saat sidang mengenakan jilbab ini akhirnya terkabulkan dan hanya divonis 7 bulan penjara atas kasus prostitusi online.

“Mengadili, menyatakan terdakwa Ayu Suwatika bersalah melakukan tindak pidana memudahkan dan menyediakan tempat untuk perbuatan cabul. Menjatuhkan hukuman 7 bulan penjara kepada terdakwa,” ujar ketua majelis hakim Sifa’ Urosidin saat membacakan amar putusannya.

Vonis yang dijatuhkan hakim Sifa ini lebih ringan dari tuntutan 10 bulan penjara yang diberikan jaksa penuntut umum Sumantri pada persidangan sebelumnya. “Kamu dituntut pak jaksa 10 bulan dan divonis 7 bulan. Kalau kamu tidak terima bisa ajukan banding, bagaimana?” tanya hakim Sifa kepada terdakwa.

Tanpa banyak bicara, terdakwa yang saat sidang mengenakan jilbab warna hitam ini langsung menyatakan menerima dan kemudian menandatangani berita acara terima putusan. “Saya terima,” kata terdakwa menjawab pertanyaan hakim Sifa.

Tak hanya terdakwa, jaksa Sumantri juga menerima vonis 7 bulan penjara yang dijatuhkan hakim Sifa. “Saya terima majelis,” kata jaksa Sumantri kepada hakim Sifa.

Usai sidang, terdakwa tampak riang atas vonis 7 bulan penjara yang dijatuhkan hakim Sifa. Terdakwa mulai telihat bisa tersenyum saat sidang ditutup oleh hakim Sifa.

Perlu diketahui, terdakwa diadili lantaran telah menjual seorang wanita berinisial YC untuk melayani birahi pria hidung belang seharga Rp 400 ribu per dua jam. Terdakwa ditangkap berdasarkan dari keterangan YC yang sebelumnya digrebek polisi terlebih dulu saat melayani pria hidung belang di hotel Cleo, jalan Jemursari, Surabaya.

Terdakwa menjalankan bisnis prostitusinya melalui media sosial online. Atas perbuatannya, terdakwa dijerat dengan pasal 2 ayat 1 UU RI Nomor 21 tahun 2007 tentang pemberantasan tindak pidana perdagangan orang. (Arifan)

1,112 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan