Senin, 11 Desember 2017

Imam S Arifin Ditangkap Polisi di Surabaya, Ini Kasus yang Menjeratnya

Selasa, 10/Oktober/2017 21:06:56
I Gede Suartika, Kapolsek Wonokromo (kanan) saat melakukan pemeriksaan terhadap dua pelaku curanmor.

SURABAYA (surabayapost.net) – Tim anti bandit Polsek Wonokromo, Surabaya berhasil meringkus dua anggota komplotan curanmor. Salah satu anggota komplotan yaitu Imam S Arifin mengaku, nekat mencuri lantaran tengah membutuhkan uang untuk biasa melahirkan sang istri.

Dua anggota komplotan yang diringkus polisi yaitu Imam S Arifin (29), warga jalan Rungkut Pandugo dan Mardani (26), warga Semolowaru. Keduanya diringkus di lokasi yang berbeda pada 19 September lalu. Sementara anggota komplotan lainnya yaitu Johan dan Asong berhasil kabur.

Dari tangan kedua pelaku, petugas berhasil mengamankan barang bukti diantaranya, satu unit sepeda motor, satu buku BPKB, satu lembar STNK, dan dua buah kunci T. “Pengungkapan kasus curanmor ini memakan waktu lama karena pelaku merupakan pemain lama. Selain berpindah-pindah tempat tinggal, komplotan ini tergolong licin,” ujar I Gede Suartika, Kapolsek Wonokromo, Selasa (10/10/2017).

Namun kerja keras petugas membuahkan hasil saat identitas salah satu pelaku berhasil didapatkan. Tak lama, petugas langsung mengamankan Mardani. Berbekal informasi dari Mardani, petugas akhirnya berhasil menangkap Imam S Arifin saat hendak melarikan hasil curiannya ke Madura via Jembatan Suramadu.

Kepada petugas, Imam mengaku terpaksa mencuri karena sedang membutuhkan banyak uang untuk biaya persalinan istrinya. Sementara Mardani mengaku nekat mencuri karena desakan ekonomi.

Gede Suartika menjelaskan, mereka bersama kelompoknya ini mengaku sudah dua kali melakukan pencurian. Semua hasilnya curian kemudian dijual ke Madura. “Motor-motor hasil curian dijual ke Madura dengan harga kisaran Rp 2,5 juta hingga Rp 3 juta. Hasil penjualan kemudian dibagi,” pungkasnya. (Arifan)

1,534 kali dilihat, 4 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan