Ketua PSHT Bojonegoro Larang Anggotanya Balas Dendam

Jumat, 6/Oktober/2017 17:19:41
Ketua PSHT Cabang Bojonegoro, Wahyu Subagdiono

BOJONEGORO (Surabayapost.net) – Pengeroyokan kepada dua anggota kelompok Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) yang terjadi pada hari Minggu (01/10/2017) di kawasan Balongsari Surabaya, menewaskan dua anggota PSHT atas nama Muhammad Anis, (22) warga Jalan Simo Pomahan Gg 3 no 41 Rt.08 Rw.02 Kelurahan Suko Manunggal Kecamatan Sukomanunggal dan Aris Eko Ristanto (25) dengan alamat Desa Tlogorej, Kepohbaru, Kabupaten Bojonegoro.

Terkait insiden tersebut, Ketua PSHT Cabang Bojonegoro, Wahyu Subagdiono, menyatakan prihatin dan menyayangkan kejadian diluar norma kemanusiaan yang dilakukan oleh kelompok yang tidak terstruktur dan bisa dikatakan liar.

“Saya menghimbau agar anak-anak SH Terate bisa mengendalikan diri, tidak hanyut dalam keinginan untuk membalas,” katanya.

Wahyu menegaskan bahwa kasus tersebut sepenuhnya telah diserahkan pada pihak berwajib. ”Harapan saya untuk aparat mohon bisa ditangani secara serius berdasar pada aturan hukum,” katanya.

Sementara itu Kapolres Bojonegoro, AKBP Wahyu Sri Bintoro menegaskan bahwa pihaknya akan terus berupaya mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Baik itu melalui deteksi dini maupun upaya-upaya pencegahan.

”Kita memberikan himbauan-himbauan terutama kepada rekan-rekan PSHT. Kita sudah deklarasikan bersama Bojonegoro Kampung Pesilat, hal ini sebagai wujud para Pesilat siapapun itu yang ada di Bojonegoro sebagai mitra Kamtibmas Kepolisian,” katanya.

Dirinya berharap jangan sampai ada anggota PSHT yang melakukan serangan balik kepada rekan-rekan Bonek yang ada di Surabaya.

“Untuk para suporter yang ada di Bojonegoro sampai saat ini tidak ada masalah dan tetap kondusif. Tentu ini berkat kerja sama semua pihak. Semoga situasi ini tetap terjaga hingga menjelang Pemilukada 2018”, ujarnya.

Kapolres Bojonegoro selama ini telah berkordinasi dengan pihak PSHT. Pihak Polres mengupayakan dalam acara pengesahan warga baru PSHT tahun 2017 ini berjalan dengan tertib dan lancar.

“Kita berupaya memantau para pendekar PSHT agar tidak melakukan serangan balasan, yang tentunya dapat merugikan dirinya sendiri,” terangnya.

Masih kata Kapolres Bojonegoro, bahwa Kapolrestabes Surabaya, Kombes, Mohammad Iqbal telah menyampaikan duka bagi para korban. Serta Kasat Shabara telah mengunjungi rumah duka dan memberikan bantuan bagi keluarga korban.

”Kasus ini telah dalam proses temen-temen dari Polrestabes Surabaya. Untuk mengantisipasi kita telah mengerahkan Tim Phanter, baik itu dari Resmob maupun dari Sabhara untuk melakukan kegiatan patroli dan razia di tempat yang dianggap rawan adanya benturan. Saya harap Bojonegoro selalu aman dan kondusif, ” pungkanya.(Sandi Suswondo)

4,210 kali dilihat, 5 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan