Khofifah Raup Suara Terbanyak Jika Pilgub Digelar September 2017

Rabu, 11/Oktober/2017 1:57:06

SURABAYA (Surabayapost.net) – Genderang persaingan pemiliihan gubernur (Pilgub) Jawa Timur telah ditabuh oleh masing-masing bakal calon gubernur Jatim. Sederet nama-nama besar mulai bermunculan. Ada yang masih malu-malu, dan ada pula yang terang-terangan mendeklarasikan diri maju di Pilgub Jatim 2018.

Saat ini, publik masih menebak siapa calon terkuat dalam Pilgub Jatim pada tahun 2018 nanti. Namun, hasil Lingkar Survey Mahasiswa Indonesia (LSMI) bisa menjawabnya. Survei terhadap Bakal Calon Gubernur Propinsi Jawa Timur ini dilaksanakan pada 27 Agustus -27 September 2017.

Penelitian survei ini didasari atas fenomena atmosfer politik yang mulai memanas menjelang Pemilukada tahun 2018, yaitu banyaknya informasi di media massa baik cetak dan elektronik yang memberitakan atau menyajikan tayangan-tayangan mengenai calon-calon kepala daerah dengan melakukan politik pencitraan. Selain pemberitaan di media massa fenomena konsolidasi yang dilakukan partai politik dan elite-elite politik yang turun ke masyarakat juga mulai dilakukan untuk menarik simpati publik.

Dalam survei ini diukur Descriptive Belief (keyakinan yang menjadi latar belakang/pengalaman langsung pemilih untuk memilih calon gubernur berdasar kinerja Pemerintahan Propinsi Jawa Timur dengan diajukan pertanyaan mengenai pengalaman dan apa yang telah dirasakan selama pemerintahan Propinsi Jawa Timur saat ini terkait dengan keadaan ekonomi rumah tangga rakyat, kesejahteraan, keamanan dan ketertiban yang dirasakan, penegakan hukum terhadap pemberantasan korupsi
Responden survey ini adalah seluruh warga negara Indonesia yang berdomisili di Propinsi Jawa Timur yang punya hak pilih dalam pemilihan umum, yakni mereka yang sudah berumur 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah ketika survey dilakukan.

Jumlah sampel sekitar 2.500 audiens. Berdasar jumlah sampel ini, diperkirakan margin of error sebesar +2% pada tingkat kepercayaan 95%. Sample yang berhasil dianalisa adalah 98,7%, sisanya tidak dapat dianalisa.

Hasil dari survey itu menyebutkan, jika Pilkada atau Pilgub dilaksanakan pada 27 Agustus-27 September 2018, maka Khofifah Indar Parawansa (Menteri Sosial RI) yang akan meraih suara terbanya, yakni 24,3%. Disusul La Nyalla Mattalitti (Ketua KADIN Jawa Timur) menempati urutan ke-2 dengan 22,4%. Lalu Syaifullah Yusuf atau Gus Ipul (Wakil Gubernur Jatim) menempati urutan ke-3 dengan 20,6%.

Disusul Tri Rismaharini (Walikota Surabaya) menempati urutan ke 4 dengan 18,7%, dan Abdullah Azwar Annas (Bupati Banyuwangi) yang memperoleh 8,7%.
Berdasarkan hal tersebut maka margin antar bakal calon yang tidak terlalu besar dapat memungkinkan terjadinya pergeseran diakibatkan olehb eberapa varian,seperti semakin masifnya sosialisasi dan kampanye bakal calon, factor dukungan partai politik pasca dikeluarkannya rekomendasi partai terhadap bakal calon gubernur.

Hal lain yang menjadi sorotan dalam survey LSMI ialah tingkat pemilihan publik. Dalam survey itu disebutkan Khofifah 93%, La Nyalla Mattaliti 89%, Gus Ipul 87%, Tri Rismaharini 83%, Abdullah Azwar Anas 63%, Musyafak Noer 32%, Budi Sulistyo 31%, dan lain-lain 7%.

Responden survey ini terdiri dari 59% perempuan dan 41% laki-laki dengan profesi sebagai petani/buruh sebesar 37% dan ibu rumah tangga 21% dengan usia mayoritas 47% berada di 31-50 tahun.

Responden lulusan SMA-D3 37% dan 29% berada di strata pendidikan SD-SMP. Sample responden diambil hampir merata di 38 kabupaten dan kotamadya. Sebanyak 56% responden tidak terkait dengan partai politik, baik simpatisan, anggota maupun pengurus partai politik. (Junaidi)

496 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan