Senin, 11 Desember 2017

PT Mukti Abadi Sentosa Menggelapkan Uang PO Pelanggannya

Sabtu, 7/Oktober/2017 10:05:05
Alamat Fiktif : Rumah di Kalijudan ini jadi alamat PT Mukti Abadi Sentosa. Tapi saat dicek, rumah ini ialah kos-kosan dan tidak ada kaitannya dengan PT Mukti Abadi Sentosa

SURABAYA (Surabayapost.net) – Bagi pihak yang hendak bekerjasama dengan PT Mukti Abadi Sentosa, tampaknya Anda perlu waspada dan berhati-hati. Jika tidak, nasib Anda akan seperti PT Raden Katong.

Syaiful ialah perwakilan dari PT Raden Katong, salah satu perusahaan yang berdomisili di Tenggarong, Provinsi Kalimantan Timur, menyampaikan bahwa PT Mukti Abadi Sentosa telah menggelapkan uang pesanan besi yang dilakukan perusahaannya. Dia diberi kuasa penuh untuk meminta kembali uang purchase order (PO) yang telah ditransfer ke rekening Bank Jatim atas nama PT Mukti Abadi Sentosa untuk pembelian besi batang.

Namun, tidak ada itikad baik dari direksi PT Mukti Abadi Sentosa untuk menyelesaikan kewajibannya mengembalikan uang tersebut. Yang ada ialah direksi PT Mukti Abadi Sentosa terus menghindar. Bahkan, beberapa kali dihubungi dan dikirim short message service (SMS) di nomor 087716354618, tidak ada respon. Ironisnya, salah satu nomor telpon yang dibuat untuk menghubungi 087716354618, diblokir oleh direksi PT Mukti Abadi Sentosa.

Lebih parah lagi, kantor yang tertera di alamat resmi PT Mukti Abadi Sentosa di Jl Kalijudan 3/10 Surabaya, ialah kantor fiktif. Menurut Syaiful, saat dia mengecek keberadaan kantor tersebut, yang tertera di alamat bukan kantor PT Mukti Abadi Sentosa melainkan rumah biasa yang dijadikan kos-kosan.

Ditanya ke Sumiran selaku pemilik rumah yang berlamat di Jl Kalijudan 3/10 Surabaya, bahwa rumah tersebut tidak ada kaitannya dengan PT Mukti Abadi Sentosa. Bahkan, dia heran saat ada perusahaan yang memakai domisilinya.

Saiful bilang, sampai sejauh ini surat permintaan konfirmasi ke alamat rumah direksi PT Mukti Abadi Sentosa juga tidak ada respon. Surat tersebut disampaikan ada 2 Oktober 2017.

Adapun identitas dan alamat rumah direksi PT Mukti Abadi Sentosa ialah Qurrota Ayuni, wanita kelahiran 23 Maret 1980. Dia beralamat di Jl Manukan Mukti Blok 11-H/13 Surabaya. Direksi lainnya ialah Siti Aminah, wanita kelahiran 20 April 1949, dengan alamat Kapasari Pendukuhan 10/20, Surabaya.

“PT Mukti Abadi Sentosa leluasa ikut lelang proyek pemerintah di beberapa kabupaten/kota, tapi tak mau mengembalikan uang kami yang ditransfer 2 kali ke rekeningnya dengan total senilai Rp 231.400.000,” kata Syaiful.

Menurut Syaiful, uang senilai Rp 231.400.000 merupakan total dari uang Purchase Order (PO) dari PT Raden Katong yang ditransfer ke rekening 0011257381 atas nama PT. Mukti Abadi Sentosa di Bank Jatim Cabang Utama Surabaya.

Transfer itu dilakukan sebanyak 2 kali, dengan bukti transfer tanggal 24 November 2016 dan tanggal 28 November 2016 dengan nomor rekening penerima 0011257381 atas nama PT. Mukti Abadi Sentosa di Bank Jatim Cabang Utama Surabaya.

“Kami transfer itu berdasarkan kesepakatan dengan Bapak Yosef Eko P, yang mengaku marketing dari PT Mukti Abadi Sentosa . Dia yang menawarkan kami besi, setelah sepakat lalu dibuat PO dan dilakukan pembayaran. Sampai sekarang sejak ditransfer, barang tidak dikirim. Uangnya pun tidak dikembalikan. Bapak Yosef juga sulit dihubungi dan menghilang,” kata Syaiful.

Adapun PO yang dimaksud ialah :

1. PO nomor 122/PT-RK/TGR/XI/2016 tanggal 23 November 2016 sebesar Rp.126.400.000. Rinciannya, jenis barang UNP 100 x 48 mm sebanyak 400 batang dengan harga satuan Rp 300.000, dan totalnya Rp 120.000.000. Jenis barang berikutnya UNP 80 x 3,7 mm sebanyak 40 batang dengan harga satuan Rp 160.000. Totalnya Rp 6.400.000. Jika ditotal harga seluruhnya sebesar Rp 126.400.000.

2. PO nomor 123/PT-RK/TGR/XI/2016 tanggal 23 November 2016 sebesar Rp.105.000.000 (seratus lima juta rupiah). Rinciannya, jenis barang UNP 100 x 4,8 mm dengan volume sebanyak 350 batang. Harga satuannya Rp 300 ribu. Jadi totalnya Rp 105.000.000.

Syaiful tak ingin masalah ini berujung ke hukum. Sebab, selama jalan kekeluargaan masih ada, hukum adalah alternatif terakhir. Tapi, jika PT Mukti Abadi Sentosa maupun membawa ke ranah hukum. Tentu saja, seluruh Unit Pelayanan Lelang (UPL) di seluruh Jawa Timur dan beberapa daerah lain akan diberi surat pemberitahuan terkait penggelapan yang dilakukan pihak PT Mukti Abadi Sentosa. (Junaidi)

198 kali dilihat, 5 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan