Senin, 11 Desember 2017

Antisipasi Gangguan Kamtibmas, Polda Jatim Gelar Simulasi

Jumat, 24/November/2017 11:45:28
Simulasi Sispam oleh Polda Jatim di Kenpark Surabaya

SURABAYA (Surabayapost.net) – Pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak akan berlangsung pada pertengahan tahun 2018. Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur jauh hari sudah mengantisipasi terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Oleh sebab itu, Polda Jawa Timur dengan dipimpin langsung Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Timur, Irjen Pol Drs Machfud Arifin SH, menggelar peragaan sistem pengamanan (Sispam) kota dalam rangka antisipasi menghadapi gangguan keamanan ketertiban masyarakat (kamtibmas) jelang pelaksanaan Pilkada serentak tahun 2018 mendatang diwilayah Polda Jatim, bertempat di Kenjeran Park, Surabaya, Kamis (23/11/2017).

Sispam Kota digelar simulasi untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya gangguan Kamtibmas secara bersamaan, yakni unjuk rasa (unras), konflik paslon (pasangan calon), pengamanan kotak suara, antisipasi handak, pengamanan kampanye, pengamanan paska pemilihan umum, dan penyanderaan.

Acara tersebut dihadiri Pejabat Utama Polda Jatim, Irwasda Polda Jatim Kombes Pol Wahyudi Hidayat, Karo SDM Kombes Pol Rastra Gunawan, Kabidhumas Kombes Frans Barung Mangera, Karoops, Kabidpropam Kombes Pol Indra Jafar, Dirsabhara, Dirkrimsus, Dirkrimum, serta dihadiri seluruh Kapolres jajaran Polda Jatim.

Disampaikan Kapolda Jatim Irjen Pol Drs Machfud Arifin, “Berbagai upaya kita lakukan agar wilayah Jawa Timur tetap kondusif, antisipasi gangguan kamtibmas jelang pelaksanaan Pilkada serentak diwilayah Jawa Timur, menjadi prioritas termasuk jelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2018,” ujar Irjen Pol Machfud Arifin.

Disamping mengecek peralatan dan kesiapan personilnya dalam mengamankan gangguan kamtibmas jelang pelaksanaan Pilkada serentak, serta perayaan natal dan tahun baru 2018.

“Ini melibatkan para Kapolres, disamping mengecek peralatan juga kesiapan para personil mengamankan Pilkada sampai dengan tingkatan landay aman, dan sampai pada tingkatan yang memang butuh pelayanan khusus brimob dan sebagainya sudah kita latihkan skenario kecil yang sudah kita buat,” ujar Kapolda Jatim Irjen Machfud Arifin.

“Pada tahun 2018 awal itu akan kita latih dengan pelatihan melibatkan seluruh stakeholder yang memang punya kompeten dalam pengamanan pilkada,” jelas Irjen Pol Machfud Arifin ketika diwawancarai awak media.

Nantinya juga ada gabungan dari TNI dan tokoh masyarakat. “Ada dari TNI yang bergabung dengan Polri, kemudian dengan para tokoh-tokoh agama tokoh masyarakat, mungkin bisa berkarborasi, siapa tahu dengan kehadiran para kyai, para tokoh agama, para ulama, bisa meredam emosi masyarakat,” tegas Kapolda Jatim. (LM)

630 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan