Kamis, 14 Desember 2017

Dijanjikan Kenalan Cowok Kaya, Oknum Guru Setubuhi Korban Tiga Kali

Selasa, 7/November/2017 20:07:04
AKBP Tofik Sukendar, Kapolres Sampang saat menggelar press release kasus pencabulan anak oleh oknum guru di Mapolres Sampang, Selasa (7/11/2017).

SAMPANG (surabayapost.net) – Satu per satu korban pencabulan anak di bawah umur yang dilakukan tersangka HS, oknum guru SDN 3 Gulbung, Kecamatan Pengarengan mulai terungkap. Bahkan salah satu korban yang berinisial F sempat hamil tiga bulan, sebelum terpaksa digugurkan.

Siti Farida, aktivis perempuan dari Jaringan Kawal Jawa Timur (Jaka Jatim) yang mendampingi beberapa korban mengungkapkan, modus yang dilakukan tersangka agar korban mau disetubuhi adalah dengan iming-iming akan memperkenalkan korban dengan cowok ganteng dan kaya.

“Dalam melakukan aksi bejatnya tersangka memberi uang kepada korban sebesar Rp 100 ribu serta sebuah handphone. Kebetulan para korban adalah tetangga tersangka. Meskipun kasus pencabulan terhadap F sejak 2013 dan terhadap A sejak 2015, namun mereka tidak ada yang berani melaporkan kasus tersebut,” ungkapnya saat mendampingi kedua korban melaporkan kasus ini ke Polres Sampang, Selasa (7/11/2017).

Ia menegaskan, pihaknya berharap agar tersangka dihukum seberat-beratnya karena sebagai pendidik justru melakukan perbuatan biadab yang merusak masa depan anak didiknya. “Jadi jika dalam pasal 64 ayat 1 KUHP maksimal 15 tahun penjara, maka sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku tersangka bisa ditambah seperempat hukuman dari maksimal tersebut,” tegasnya.

Sementara itu, AKBP Tofik Sukendar, Kapolres Sampang dalam keterangan pers mengungkapkan bagaimana modus yang digunakan tersangka untuk mengelabuhi korbannya. Modus pencabulan yang dilakukan tersangka dengan menindih tubuh korban lalu dibekap sampai tidak berdaya, kemudian tersangka menyetubuhi korban.

“Dari hasil keterangan penyidik, tersangka yang mempunyai 4 orang anak itu mengaku sering melihat video porno sehingga melampiaskan nafsu bejatnya terhadap anak didiknya sendiri. Adapun tempat kejadian perkara, dibelakang rumah korban serta juga disebuah waduk,” terangnya.

Ia menambahkan, tersangka dikenakan pasal berlapis yakni Pasal 81 subsider 82 UU Nomor 35 tahun 2014 junto pasal 64 ayat 1 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. “Kami telah menyita sejumlah barang bukti berupa rok, baju, dan pakai dalam korban,” tambahnya. (Hairudin)

6,586 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan