Kamis, 14 Desember 2017

Fadli Zon : Mengapa Hanya Disebut KKB, Padahal Mereka Kelompok Separatis

Kamis, 16/November/2017 9:08:59

JAKARTA — Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI bidang Polhukam Fadli Zon mengaku heran atas lambatnya penanganan pemerintah terhadap tindakan Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang menyandera 1.300 orang Papua.

Fadli mengungkapkan, masyarakat bertanya-tanya kenapa kejadian ini seperti dibiarkan dan aparat tak bertindak tegas. Bahkan menurutnya masyarakat juga banyak yang menanyakan, mengapa mereka hanya disebut Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) bukan Kelompok Teroris atau Separatis.

Ditegaskan Fadli, harus ada penanganan tegas terhadap OPM dengan cara persuasif, dialog atau cara lain yang diperlukan. Ancaman yang dilakukan oleh OPM selama ini menunjukkan, seolah-olah Indonesia tak berdaya.

Sebagai Ketua Tim Pemantau Otsus di Papua, Fadli Zon melihat, gerakan pro-kemerdekaan Papua dalam tiga tahun ini semakin nyaring. Mereka tak hanya well organized, tapi juga well funded. Hal itu terlihat dari upaya internasionalisasi isu Papua, yang antara lain dimotori oleh United Liberation Movement for West Papua (ULMWP).

“Mereka aktif mencari basis dukungan di forum internasional. Seperti di Melanesian Spearhead Group (MSG), Pacific Island Forum (PIF), dan bahkan di forum dekolonisasi di the United Nations (UN),” tutur Fadli.

Fadli Zon menyebut tindakan OPM yang menyandera 1.300 orang Papua sebagai satu tindakan yang tak dapat ditolerir dan mencederai HAM.

“Saya mengecam keras tindakan penyanderaan oleh Kelompok Bersenjata OPM. Apa yang mereka lakukan bukan lagi tindakan kriminal biasa. Melainkan bentuk tindakan terorisme. Sehingga mereka lebih tepat disebut kelompok teroris, daripada kelompok kriminal,” katanya dalam siaran persnya.

Fadli menegaskan, penyanderaan tersebut tak hanya melanggar hukum Indonesia, namun juga mengancam hidup ribuan warga sipil di Papua. Ini semacam test the water dari OPM.

Fadli meminta, pihak Kepolisian dan TNI harus berupaya keras agar para sandera bisa segera bebas. Ini sudah lebih dari empat hari. “Tentunya kondisi warga terisolasi sudah mulai kekurangan makanan. Kondisi fisik mereka juga pasti menurun,” tegas politikus Gerindra ini. (rol/uki)

273 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan