Kamis, 14 Desember 2017

Rasa Penasaran Pengusaha Belanda Terhadap Produk Perkebunan Jatim

Kamis, 30/November/2017 7:47:13
Ir Karyadi, MM bersama Bpk Ir Samsul Arifien, MMA, menikmati kopi Jawa Timur

MALANG (Surabayapost.net) – Komoditi perkebunan di Jawa Timur sudah diakui dunia. Baik kopi, kakao, tembakau, tebu, jambu mete, cengkeh, hingga kelapa. Bahkan, ekspor komoditi perkebunan dari Jawa Timur terus meningkat tiap tahunnya.

Dalam rangka lebih meningkatkan pemasaran produk perkebunan Jawa Timur (Jatim) tersebut, Dinas Perkebunan Jawa Timur melaksanakan Gelar Promosi Produk Perkebunan Jawa Timur pada 20-22 November 2017, di Harris Hotel & Coventions Malang, Jawa Timur. Penyelenggaraan kegiatan ini juga untuk Memperingati HUT Provinsi Jawa Timur Ke 72 Tahun 2017.

Hadir dalam kesempatan ini beberapa pegiat perkebunan Jawa Timur, asosiasi perkebunan, dan tak kalah pentingnya hadir pula Kepala Dinas Perkebunan Jawa Timur, Ir Karyadi MM yang membuka acara, dan Kepala Dinas Perkebunan Jawa Timur sebelumnya, yaitu Ir. Moch Samsul Arifien, M.MA.

Peserta pameran itu terdiri dari beberapa perwakilan Dinas Perkebunan Kabupaten/Kota se Jawa Timur. Turut serta juga para pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) di Bidang Perkebunan. Tidak hanya itu, tampak dalam kegiatan itu para pengusaha asing yang sengaja hadir untuk mengetahui lebih banyak tentang komoditi perkebunan di Jawa Timur.

Paul dan Michel, pengusaha kopi asal Belanda tengah menikmati racikan espresso kopi Dampit di stan DTPHP Kabupaten Malang.
Paul dan Michel, pengusaha kopi asal Belanda tengah menikmati racikan espresso kopi Dampit di stan DTPHP Kabupaten Malang.
Seperti yaitu Michael dan Paul. Kedua pengusaha asal Belanda ini mengahadiri Gelar Promosi Produk Perkebunan Jawa Timur, untuk mencari kopi khas Jawa Timur. Dia tahu kopi dari Jawa Timur dari informasi yang disebar di internet. Makanya, Michael dan Paul ingin tahu rasa dan aroma kopi Jawa Timur, untuk diimpor ke negaranya.

Dalam kesempatan itu, Michael dan Paul tertarik kepada kopi dampit asal Malang.
“Baunya juga harum sekali,” ujar Michel saat mencium kopi yang baru digiling barista Cafe Amadanom Dampit di stan milik Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Malang.
Michel pun memanggil rekannya, Paul, untuk ikut membaui bubuk robusta itu. “Paul, kesini. Coba cium, kuat sekali,” ujarnya.

Merasa penasaran, Michel pun ingin menjajal cita rasa kopi dampit segar itu. Dia pun meminta pada barista untuk membuat satu cangkir. “Satu espresso, yang pekat (strong),” ujar Michel.

Barista Ekowisata Kebun Kopi Cafe Amadanom Dampit Frangky Johan Iswara pun dengan cekatan mulai meracik. Sembari memanaskan air, dia menimbang bubuk kopi lalu menempatkannya di rok presso, alat khusus membuat espresso.

Dia pun membasuh cangkir keramik dengan air panas terlebih dahulu. Lalu menyiram kopi di alat itu dengan seksama. Setelah tersaring sempurna, satu cangkir espresso pun diserahkan pada Paul. Tak langsung diminum, Paul sempat menghirup aroma wangi dari uap yang mengepul dari dalam cangkir. “Wow, ini enak. Rasa asam dan sepintas rasa kacangnya pas,” ujarnya.

Dia pun membagi satu cangkir itu dengan Michel. Saat ditawari untuk dibuatkan gelas tersendiri, Michel menolak. “Ini cukup, rasanya benar-benar kuat. Saya tidak mau begadang, minum sedikit rasanya sudah ditendang (kick me),” ujarnya.

Paul dan Michel merupakan dua pengusaha kopi asal Belanda. Perusahaan mereka, CoffeeClick.nl merupakan distributor yang memasok kopi ke perusahaan-perusahaan di Amsterdam dan sekitarnya. “Kami baru turun darai Bromo, diajak mampir ke pameran ini untuk melihat-lihat kopi. Saya baru tahu kopi Dampit ini, rasanya istimewa,” terangnya.

Selain menjajal kopi, mereka juga sempat merasakan olahan ketela pohon (singkong) berupa tiwul dan gatot. “Enak, ini manis dengan (parutan) kelapa. Saya belum pernah makan ini sebelumnya,” ujar Michel.

Pameran yang dikemas dalam Gelar Promosi Produk Perkebunan Jawa Timur ini merupakan salah satu cara Dinas Perkebunan Jawa Timur untuk mempromosikan komiditi perkebunan di wilayahnya.

Seperti yang diuraikan Bapak Ir Karyadi, MM (Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Timur), bahwa komoditi perkebunan di Jawa Timur memiliki khas di masing-masing daerah. Contohnya kopi. Kopi yang dihasilkan di Kecamatan Dampit berbeda dengan kopi dari Bondowoso, Situbondo, sampai Lumajang. Bahkan, tahun ini produk kopi Dampit mengantongi sertifikat organik dari Lembaga Sertifikasi Organik Seloliman. Dan kopi Bondowoso memiliki sertifikat Indeks Geografis (IG).

Selain kopi, Jawa Timur juga memiliki kakao. Bapak Ir Karyadi MM mengatakan, Dinas Perkebunan akan segera meluncurkan program-program yang akan mampu mendorong masyarakat Jawa Timur khu-susnya dan Indonesia pada umumnya untuk meng¬konsumsi kakao se¬perti minum kopi. Dengan hal-hal semacam itu, Indo¬nesia selaku penghasil ka¬kao tidak akan kalah dari negara lain.

Bersamaan dengan Gelar Promosi Produk Perkebunan Jawa Timur itu, dengan disaksikan Bapak Ir Karyadi MM, Bapak Ir. Moch Samsul Arifien, M.MA, meraih rekor dari Museum Rekor Indonesia (MURI)
Pemberian penghargaan MURI ini diberikan sebagai penghormatan masyarakat perkebunan Jawa Timur atas sumbangsihnya saat menjabat Kepala Dinas Perkebunan Jawa Timur.

Samsul Arifin lahir di Tulungagung pada 12 Agustus 1957. Dia eniti karir di dunia perkebunan setelah lulus Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, dengan menjadi Kepala UPP Intensifikasi Tembakau Virginia di Bojonegoro tahun 1983 hingga menjadi Kepala Dinas Perkebunan Jawa Timur dari 2010 hingga pensiun di tahun 2017.

Pria bersahaja yang bermimpi mewujudkan kemuliaan dan kemakmuran petani perkebunan di Jawa Timur ini memiliki prinsip dalam mengemban tugas kesehariannya untuk memadukan karsa, karya dan rasa.

Dalam kurun waktu 7 tahun di masa tugasnya sebagai Kepala Dinas Perkebunan Jawa Timur, ia telah menerbitkan 6 judul buku tentang perkebunan serta 68 lagu dari berbagai genre yang syairnya banyak diselipkan nuansa perkebunan. Salah satu karya lagu yang monumental adalah Hymne Perkebunan Jawa Timur dan Pengabdianku.

Sebelumnya, Gelar Promosi Produk Perkebunan Jawa Timur pernah digelar pada 14-15 November 2013 di Hotel Batu Suki, Batu, Malang. Di samping Gelar Promosi juga terdapat acara penyerahan Penghargaan Insan Perkebunan 2013, dan Launching buku “Tebuku Maniskan Separuh Nusantara” yang ditulis oleh Bpk. Ir Moch Samsul Arifien MMA. (Junaidi/ins)

147 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan