Kamis, 14 Desember 2017

Survei Western Union : Generasi Millenial Percaya Globalisasi Mengubah Dunia

Jumat, 17/November/2017 16:23:40
Kantor Western Union

SAN FRANCISCO (Surabayapost.net) – Sebuah riset terbaru yang dilakukan oleh Western Union memperlihatkan bahwa generasi milenial di 15 negara memiliki kesamaan dalam hal keyakinan akan globalisasi, kebebasan untuk bereksperimen dengan peluang-peluang yang ada, serta hasrat untuk berkontribusi dalam menentukan masa depan melalui teknologi.

Survei yang melibatkan 10.000 milenial ini menemukan bahwa kelompok ini percaya globalisasi akan mengubah dunia menjadi tempat yang lebih baik bagi mereka dan bagi orang lain. Mereka juga memiliki komitmen untuk memimpin proses perubahan tersebut.

Secara politik, ekonomi, sosial, dan teknologi, dunia saat ini sedang berubah. Namun, apa arti semua perubahan ini bagi masa depan kita? The Western Union Company (NYSE: WU) melakukan riset global mengenai keyakinan, harapan serta aspirasi generasi milenial terhadap masa depan serta dunia yang ingin mereka bentuk bagi diri mereka sendiri serta orang lain.

Studi Global Western Union 2017 – “Globalisasi: Sebuah Padangan Dunia Terhadap Masa Depan” – dilakukan terhadap penduduk di suatu wilayah, generasi pertama yang tinggal di wilayah tersebut, maupun orang yang lahir di luar wilayah tersebut, dengan rentang usia 20 hingga 36, di Australia, Brasil, Kanada, China, Mesir, Jerman, India, Indonesia, Mexico, Rusia, Afrika Selatan, Uni Emirat Arab, Britania Raya, Amerika dan Vietnam. Survei dilakukan melalui wawancara online dan hampir semua negara yang disurvei memiliki populasi milenial yang signifikan.

Menurut hasil survei, kelompok yang sangat beragam yang menjadi penentu masa depan ini percaya akan kolaborasi dunia yang melampaui batas geografis, sangat berbeda dengan situasi geopolitik saat ini,

President dan Chief Executive Officer Western Union, Hikmet Ersek mengatakan, “Dunia sedang berubah dan ada pergeseran kekuatan ekonomi yang dikendalikan oleh generasi baru warga dunia. Mereka memberi bentuk pada dunia masa depan dan menginspirasi orang lain untuk juga melakukan hal yang sama. Mereka mendefinisikan globalisasi sebagai “globalisasi personal” di mana terjadi pergerakan lintas batas yang tak pernah berhenti, komunikasi digital lintas batas, serta gaya hidup kreatif yang mendorong kekuatan ekonomi baru.

Kelompok yang inspiratif ini merupakan pemimpin masa depan dan tengah mencari bentuk dunia seperti apa yang ideal bagi mereka dan bagi orang banyak. Generasi ini terdiri dari berbagai macam karakter pemimpin masa depan yang memiliki jiwa kewirausahaan, korporasi, politik serta pengaruh sosial. Kita perlu memahami apa yang mereka pikirkan dan dunia sepert apa yang mereka inginkan,” kata Ersek.

Western Union beroperasi di 200 negara serta wilayah di seluruh duni.Survei ini dilakukan untuk memperoleh pemahaman lebih dalam mengenai konsumen muda yang dilayani melalui kanal digital digital Western Union.
Menjadi warga dunia merupakan hal yang sangat penting bagi para milenial dalam membentuk dunia masa depan karena mereka percaya konsep tentang menjadi warga negara satu negara adalah konsep yang sudah ketinggalan jaman. Para milenial melihat hubungan dan kolaborasi sebagai langkah penting untuk menjadi warga dunia.

Ide tentang pergerakan tanpa batas sangat menarik bagi milenial karena mereka percaya hal ini akan memberi mereka kontrol terhadap masa depan mereka. Kebanyakan milenial percaya bahwa dunia yang lebih terbuka akan memberi banyak peluang pekerjaan yang lebih baik dan menghasilkan kebebasan ekonomi, termasuk kemudahan pergerakan uang.

Apa yang terjadi saat ini di seluruh dunia dengan terus bertambahnya wilayahperbatasan– di mana politisi dan pemerintah kembali menekankan konsep negara – dianggap oleh milenial sebagai tidak mewakili cara pandang mereka. Sebagian besar milenial bersikukuh mengenai pentingnya kolaborasi dan bahwa mereka lah yang bertanggung jawab untuk membentuk masa depan, bukan institusi-institusi tersebut.

Ada beragam pendapat mengenai apakah dunia saat ini berada dalam situasi damai, terutama dengan meningkatnya sentimen ras dan kedaerahan yang dapat menjadi ancaman bagi konsep warga dunia dan dunia yang terbuka.Para milenial percaya bahwa langkah terpenting untuk menghilangkan diskriminasi sosial adalah dengan memastikan adanya penghormatan terhadap perbedaan. (junaidi/rls)

224 kali dilihat, 5 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan