Kamis, 14 Desember 2017

Mahfud MD Belajar Atasi Konflik Sara Ke Sampang

Senin, 4/Desember/2017 20:52:58
Mahfud MD menemui Bupati Sampang, Fadhillah Budiono, belajar tentang cara menyelesaikan konflik sara.

Mahfud MD Belajar Atasi Konflik Sara ke Sampang

Sampang (surabayapost.net) – Konflik berbau sara yang terjadi di Sampang beberapa tahun silam tidak hanya menyedot perhatian publik nasional tapi juga internasional. Ternyata konflik kemanusiaan yang sempat menelan korban jiwa dan kerugian material berupa rumah yang dibakar juga menjadi perhatian serius mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD.

Sehingga Mahfud MD merelakan waktunya datang ke Sampang, hanya untuk belajar tentang cara mengatasi konflik sara tersebut. Pernyataan itu disampaikan Bupati Sampang, Fadhilah Budiono, yang menjelaskan kedatangan Mahfud MD ke kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) untuk memberikan informasi bahwa wilayahnya dipilih untuk pembahasan dalam menyelesaikan toleransi keagamaan seperti konflik Sara yang pernah terjadi di Sampang.

“Beliau memberitahu saya kalau besok akan ada rombongan sebanyak lima orang, empat di antaranya berasal dari Jogjakarta ke Pemkab Sampang. Rombongan tersebut ingin membahas soal penyelesaian tentang toleransi keagamaan,” jelas Fadhilah, Senin (4/12/2017).

Fadhilah menyampaikan, dasar pembahasan itu karena akhir-akhir ini kian maraknya kegiatan Majelis Tafsir Al Qur’an (MTA) yang berpaham wahabi di Jogjakarta, sehingga meresahkan masyarakat. Untuk itu, mantan Menteri Pertahanan di era Presiden Gus Dur itu meminta agar Sampang menjadi tuan rumah dalam pembahasan konflik sara.

Sementara itu, Mahfud MD ketika dikonfirmasi usai menemui Bupati Sampang, menjelaskan, kedatangannya tersebut memang ingin belajar banyak tentang bagaimana mengatasi konflik sara, karena konflik itu sangat rawan dan sensitif. Sehingga dapat memicu situasi makin tidak konfusif apabila penyelesainya tidak tepat.

“Karena kami melihat di Jogjakarta mulai ada gejala yang kurang bagus dalam toleransi beragama, sehingga kami ingin melihat bagaimana Sampang dulu menangani itu. Soal materinya besok, kita akan belajar kesini,” ucap pakar Hukum Tata Negara itu. (hairuddin)

107 kali dilihat, 6 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan