Kamis, 14 Desember 2017

703 Berkas Permohonan Ijin IMB Tidak Bisa Diproses Dinas DMP PTSP Gresik

Rabu, 6/Desember/2017 16:48:06
Kepala Dinas DPM PTSP Pemkab Gresik, Mulyanto.

GRESIK (surabayapost.net)–Sebanyak 703 berkas pengajuan ijin mendirikan bangunan (IMB) menumpuk di Dinas Penanaman Modal Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP) Pemkab Gresik. Data tersebut tercatat mulai tahun 2014 sampai akhir Nopember tahun ini.

Kepala Dinas DPM PTSP Mulyanto menyatakan, penumpukan berkas tersebut menurutnya bukan karena tidak tetangani. Tetapi dikarenakan berkasnya banyak yang tidak memenuhi syarat dan Dinas DPM PTSP tidak bisa melacak perusahaan yang mengajukan ijin karena alamatnya tidak jelas.

“Rata-rata kasusnya gambar yang diajukan setelah dikroscek dilapangan tidak sesuai. Masalah tanah misalnya masih belum clear. Jika untuk perusahaan berbadan hukum PT Tanah yang statusnya hak milik untuk IMB harus dirubah HGB (hak guna bangunan), sedangkan yang menumpuk syaratnya belum dirubah. Dan aturanya memang seperti itu,” jelas Mulyanto saat dimintai konfirmasi terkait kabar sulitnya mengurus IMB di Gresik, Rabu (5/12).

Ditambahkan Mulyanto, IMB yang pengembangan perusahaan tanahnya sewa dari perusahaan pendiri pertama alasanya pinjam pakai. Padahal semuanya adalah syarat yang harus dipenuhi oleh pemohon IMB. Ini dilakukan untuk menjelaskan persoalan didepan agar kemudian hari tidak ada konflik.

“Tidak ada sebenarnya yang kita tolak jika seluruh syarat yang diajukan syaratnya lengkap dan sesuai dengan kondisi lapangan,” ungkapnya. “Ketika masalah muncul dinas kesulitan konfirmasi kepada pemilik atau yg dikuasakan,” tandasnya.

Proses perijinan IMB memang nutuh kehati-hatian. Jika tidak akan berdampak hukum pidana pada lembaganya, utamanya menyangkut IPR karena tidak boleh melanggar tataruang. “Kami butuh kehati-hatian untuk memproses ijin, jangan sampai berimplikasi hukum. Sebab jika salah maka kami bisa sipidanakan,” ujarnya.

Saat ini dengan padatnya ijin yabg masuk, pihaknysa sebenarnya butuh tenaga khusus atau tenaga ahli. Karena DPM PTSP hanya memiliki tenaga ahli bidang pengurusan IMB sebanyak 5 orang. “Dengan tenaga pemroses IMB hanya 5 orang. Jika berkas 703 masing-masing pegang 120 berkas dengan SOP 14 hari. Jelas tidak mampu. Kami sudah meminta untuk pegawai S1 sipil sebanyak 6 orang,” pungkasnya. (uki)

108 kali dilihat, 6 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan