Kamis, 14 Desember 2017

Analis : Kenaikan Hunian di Sydney Bisa Mencapai 8 Persen

Senin, 4/Desember/2017 15:28:51
Iwan Sunito

SYDNEY (Surabayapost.net) – Direktur SQM Research, Louis Christopher, yang digambarkan pada bulan Januari lalu sebagai “peramal paling akurat di Australia”, mengatakan bahwa dia tidak setuju dengan prediksi pertumbuhan yang datar. Dia lebih percaya bahwa harga rata-rata hunian di Sydney akan meningkat 4-8 persen di tahun 2018.

SQM Research Pty Ltd adalah organisasi penelitian investasi Australia yang dihormati, dan mengkhususkan diri dalam memberikan penilaian dan data di semua kelas asset utama

Christopher, yang mampu dengan secara tepat memprediksi mekanisme harga di masa lalu, dapat melihat secara pararel kesamaan hubungan situasi saat ini dengan akhir tahun 2015 ketika para ahli telah dengan salah menyatakan bahwa booming property di Sydney telah berakhir.

Pada tahun 2015, Australian Prudential Regulatory Authority memaksa bank untuk membatasi pinjaman mereka kepada para investor, sebuah langkah yang kembali dilakukan pada awal tahun ini.

“Bank harus menurunkankan jumlah pinjaman para investornya hingga tidak lebih dari 10 persen dari total pinjaman mereka per tahun,” kata Christopher.

Dia menambahkan, saat bank membuka buku pinjaman mereka pada tahun 2016, pasar mulai berakselerasi. Dia meyakini bahwa situasi bank-bank saat ini berada di bawah ambang batas tersebut dan berada dalam posisi untuk membuka kembali buku pinjaman mereka di tahun 2018 dan pasar akan mulai naik lagi.

Laporan moneter terbaru dari Bank Sentral pada tanggal 10 November mengantisipasi pertumbuhan ekonomi hanya mencapai 3,25%, sehingga mendorong ekspektasi kenaikan suku bunga baru akan terjadi pada akhir 2019.

Sementara itu, pendiri McGrath Estate Agents, John McGrath, juga mengantisipasi “pasar normal yang baik” di tahun 2018.

“The Manhattan Effect… orang saat ini ingin tinggal lebih dekat dengan tengah kota, itu kuncinya,” katanya.

McGrath juga mengantisipasi kawasan pelabuhan dan pinggiran pantai untuk memiliki performa yang cukup baik. “Dimana saja yang berada di dekat jalur air akan terus mengungguli pasar,” katanya.

Manfaat nyata lainnya bagi pembeli di tahun 2018 adalah kebijakan suku bunga rendah yang sangat mungkin terus berlanjut.

Mengomentari analisa tersebut, CEO Crown Group, Iwan Sunito, mengatakan bahwa prakiraan untuk 2018 menunjukkan betapa solidnya pasar properti Sydney di kawasan Asia.

“Para pembeli dan investor dari luar negeri khususnya dari Asia, selalu melihat Australia, terutama Sydney sebagai surge untuk investasi mereka di wilayah ini. Kenaikan harga sebesar 4 – 8% yang diprakirakan untuk tahun 2018 adalah bukti sahih bahwa pasar properti di Sydney masih kuat,” kata Iwan Sunito

“Memang benar, kita mencapai pertumbuhan harga tertinggi di tahun 2015, namun yang paling terpenting adalah pasar terus merespons secara positif setiap tahunnya. Juga kebijakan dari Australian Reverse Bank dengan bunga rendahnya yang memberi kita keyakinan terhadap pasar,” Iwan Sunito menambahkan. (junaidi/rls)

109 kali dilihat, 6 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan