Kamis, 14 Desember 2017

Diperiksa Sebagai Terdakwa, Alyuda Akui Perbuatan Cabulnya

Rabu, 6/Desember/2017 15:32:42
Terdakwa Alyuda Djojo Soemitro (rompi merah) dikeler petugas polisi saat usai menjalani persidangan di PN Surabaya, Rabu (6/12/2017).

SURABAYA (surabayapost.net) – Alyuda Djojo Soemitro, terdakwa kasus pencabulan anak Panti Asuhan Cinta Kasih Teresa kembali menjalani persidangan dengan agenda pemeriksaan terdakwa. Kepada majelis hakim, terdakwa mengakui semua perbuatan bejatnya yang telah tega mencabuli anak asuhnya sendiri.

Dengan mengenakan rompi tahanan, terdakwa sudah terlihat duduk di kursi pengunjung sidang di ruang Garuda, Pengadilan Negeri (PN) Surabaya sejak pukul 11.00 WIB. Terdakwa terlihat duduk di pojok ruangan bersama keluarga dan penasehat hukumnya untuk menunggu sidang di mulai.

Sekitar satu jam menunggu, majelis hakim yang diketuai Dwi Purwadi akhirnya memulai persidangan dengan agenda pemeriksaan terdakwa. “Sidang perkara nomor 3236/Pid.Sus/2017/PN SBY dengan terdakwa Alyuda Djojo Soemitro digelar dan tertutup untuk umum,” kata hakim Dwi.

Tak lama berselang sidang akhirnya selasai, terdakwa dan jaksa Ali terlihat keluar ruang sidang. Tak ada sepatah kata pun yang diucapkan terdakwa saat para wartawan mencoba mewawancarainya.

Sementara itu, jaksa Ali membeberkan apa saja yang diutarakan terdakwa saat diperiksa di muka persidangan. “Intinya terdakwa sudah mengakui dan menyesali semua perbuatannya (melakukan pencabulan),” katanya usai sidang.

Menurut jaksa Ali, terdakwa juga mengaku ada tiga anak panti asuhan yang menjadi korban perbuatan bejatnya. “Tadi terdakwa juga mengaku ada tiga lagi korbannya, tidak melapor, namun turut jadi saksi di berkas perkara,” bebernya.

Perlu diketahui, aksi pencabulan dilakukan Alyunda terhadap anak Panti Asuhan Cinta Kasih Teresa. Selama dua tahun Alyunda sebagai salah satu pengurus Panti Asuhan Cinta Kasih Teresa mencabuli anak asuhannya seminggu dua kali.

Namun aksi bejat Alyunda akhirnya berhenti setelah pihak Yayasan Panti Asuhan melaporkan kejadian ini ke polisi. Atas laporan itulah, terdakwa yang telah bekerja selama 13 tahun berhasil ditangkap dirumah kostnya di Jalan Pucang Jajar Utara, Surabaya. (Arifan)

862 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan