Senin, 11 Desember 2017

Kisah Kapolres Bojonegoro dan Winarto yang Hidup Sebatangkara

Jumat, 1/Desember/2017 12:44:09
Kapolres Bojonegoro, AKBP Wahyu S Bintoro dan jajarannya bersama Winarto

BOJONEGORO (Surabayapost.net) – Tak diduga sebelumnya mendapatkan simpati dari orang-orang, membuatnya kaget bercampur haru. Itulah sosok seorang remaja bernama Winarto (16), yang ditinggal oleh kedua orang tuanya karena penyakit stroke dan lumpuh.

Warga dusun Kaliasin RT 13/RW 05, Desa Sambong, Kecamatan Gondang itu setelah menyandang gelar yatim piatu, kini Winarto hidup sebatangkara di rumah dengan berukuran 4X5 meter.

Rumah mungilnya berdinding papan yang dipenuhi lubang. Saat turun hujan, pasti bocor. Ruanganya menyatu dengan kandang kambing. Hidup sebatangkara membuat Winarto tabah untuk menjalaninya walaupun sehari-hari tidur hanya dengan beralasan tikar yang sudah usang.

Hal tersebut menarik simpati Kapolres Bojonegoro, AKBP Wahyu S Bintoro. Tim Polres mendatangi rumah mungilnya. Kedatangan Tim dari Polres tersebut disambut bahagia oleh Winarto. Lebih terharu lagi, kedatangan tim tersebut membawa bantuan sembako dan sejumlah uang, pada Jum’at (1/12/17).

Didampingi kepala desanya, Winarto mengaku tidak menyangka kondisinya mendapat simpati dari polisi.

“Terima kasih pak polisi, memang saya hidup sendiri saat ini,” kata Winarto di hadapan tim dari Polres.

Dihadapan tim, dia mengaku sejak ditinggal orangtuanya, hanya mencari rumput untuk makan kambingnya.

“Tiap hari hanya cari rumput untuk makan kambing. Ini kambing orang tua saya dan kini saya rawat. Mereka meninggal sejak 10 tahun lalu,” ucapnya lirih.

Kapolres Bojonegoro AKBP Wahyu S Bintoro mengaku bersyukur telah bersilaturahmi dengan Winarto. Mudah-mudahan silaturahmi yang terjalin bisa berkesinambungan.

“Alhamdulillah, sudah kita sambangi anaknya. Ke depan rencana akan kita bantu nanti untuk perbaiki rumah,” tegas Kapolres Wahyu.

Kasat Lantas Bojonegoro, AKP Aristianto menuturkan kehadiran mereka untuk memberikan dukungan moral dan semangat. Apalagi, Winarto menjadi anak yatim piatu dan hidup sebatang kara.

“Selama ini pula rumahnya menjadi saksi bisu bocah semata wayang mengisi hari-harinya merawat kedua orang tuanya selama masih hidup. Kemudian dalam kondisi sakit, hingga saat ini tinggal sebatang kara karena orang tuanya telah tiada,” tambah Kasat Lantas Aristianto.

Pria yang menjabat sebagai Kasat Lantas Polres Bojonegoro itu menambahkan bahwa ke depan kehidupan Winarto lebih layak dan maju. Dia pun berpesan agar Winarto tidak patah semangat.

“Selama ada usaha, maka masa depan yang lebih baik tidak mustahil dapat terwujud,” pesan pria dengan pangkat tiga balok dipundaknya itu ke Winarto yang disambut anggukan kepala oleh Winarto. (Sandi Suswondo)

1,254 kali dilihat, 5 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan