Kamis, 14 Desember 2017

Manager SO Mergoki Pelaku Pukul Korban, Rektor UB Serahkan Proses Hukum ke Polisi

Selasa, 5/Desember/2017 23:04:04

Malang (surabayapost.net) – Pemukulan terhadap Aditya Wahyu (25) Security salah satu Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di kawasan jalan Veteran Kota Malang diketahui pihak manajemen karaoke Studio One (SO) Malang. Hal itu diakui Manager Operasional Studia One (SO) I Dewa Agung, kepada awak media, Selasa (5^12/2017).

Dia mengaku sempat melihat pelaku yang diketahui bernama Iwan Asrofi (38) menghajar rekannya sendiri di room 7 Studio One. Agung sapaan akrab I Dewa Agung pun sempat memperingatkan pelaku agar berhenti menghajar korban.

Selanjutnya,kata fia pemukulan berhenti. Lalu pelaku sempat sempat pamit ke padanya untuk buang air kecil. Namun setelah ditunggu beberapa menit, pelaku tak tampak kembali.

“Pelaku lari meninggalkan korban yang terkulai lemas. Caranya, ia berpura-pura pamit untuk buang air kecil,” kata Agung.

Kecurigaan Agung ternyata benar,sebab setelah beberapa lama berselang pelaku tak kunjung kembali. Saat dicek di room karaoke dan kamar mandi ternyata pelaku sudah pergi.

“Saya juga nggak sempat lihat ke parkiran karena fokus dengan korban yang sudah terlihat lunglai,” imbuh dia.

Kendati begitu,Ia sempat melihat korban dihimpit pelaku dengan pahanya di atas meja dan di pukul di bagian pinggang dan sempat dilerai oleh supervisor karaoke setempat.

“Saat itu korban langsung jatuh setelah dilepaskan pelaku. Lemas gitu. Kakinya sempat terlipat lalu saya bantu mengembalikan ke posisinya semula. Setelah itu saya minta tolong teman pelaku yang ada di room sembilan, di sana ada dua orang,” jelasnya.

Ia melanjutkan,korban dan pelaku bersama teman-temannya datang ke Studio One untuk bersenang-senang dan bernyanyi di room sembilan. Mereka sedang merayakan ulang tahun salah seorang temannya. Di room tersebut korban bernyanyi ria bersama 5 orang yang lain termasuk pelaku.

Namun, korban dianiaya pelaku di room tujuh yang notabene memang ruang kosong dan jarang dipakai pelanggan.

Setelah korban terlihat tak berdaya pelaku dan teman-temannya yang lain pergi begitu saja meninggalkan korban. Diduga mereka meninggalkan room karaoke dalam keadaan mabuk berat.

“Saat saya ke depan, saya lihat ada seseorang yang bingung mencari temannya. Namun, saya hafal bajunya kuning hitam dan ada tulisan FEB UB sama seperti yang dikenakan temannya sebelumnya,” bebernya.

Dan benar saja, ia merupakan teman pelaku yang diduga diminta menjemput korban. Saat memboyong korban, teman pelaku tersebut mengaku heran mengapa korban bisa seperti itu.

“Ada empat orang yang menjemput korban. Mereka mengendarai mobil kijang tua warna merah dan mereka mengenakan baju kuning hitam.,” pungkasnya.

Sementara itu Rektor UB, Prof M Bisri saat dikonfirmasi tak membantah bila ada petugas keamanannya tewas di room karaoke. “Diproses hukum untuk pidanya dan di proses kepegawaiannya sesuai peraturan kepegawaian. Jadi yang lainnya akan dibina aparatur oleh fihak FEB karena pegawainya di bawah Dekan FEB,” pungkasnya. (Cholil)

77 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan