Kamis, 14 Desember 2017

Pengadilan Negeri Bojonegoro Gelar Sidang Perdana Gugatan Pengisian Perangkat Desa

Kamis, 7/Desember/2017 6:40:59
Kuasa hukum penggugat, M Sholeh saat memberikan keterangan kepada pers. (Foto :Sandi Suswondo/Surabayapost)

BOJONEGORO (Surabayapost.net) – Pengadilan Negeri Kabupaten Bojonegoro menggelar sidang perdana dalam perkara perdata atas nama Ahmad Bagus Kurniawan, pada Rabu (6/12/17).

Ahmad Bagus Kurniawan diwakili oleh Penasehat Hukumnya, M. Sholeh dan partner. Sedangkan tergugat satu adalah TTPD, tim pengisian perangkat Desa Kedungrejo, Kecamatan Malo, Kabupaten Bojonegoro, tergugat dua adalah Khamim, selaku koordinator, tim perangkat fesa 2017, tergugat tiga adalah Universitas Negeri Semarang (UNNES), dan tergugat empat adalah Bupati Bojonegoro Cq tim pengisian perangkat desa tingkat Kabupaten Bojonegoro, yang berkedudukan di Jalan Mastumampel No.1 Bojonegoro.

Menurut Humas Pengadilan Negeri Bojonegro, Isdaryanto bahwa sidang awal terkait kasus tersebut agendanya yaitu pemanggilan para pihak ,dan pada sidang awal mereka atau yang bersangkutan hadir semuanya.

Sidang yang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim, Prancis Sinaga akhirnya memutuskan untuk dilanjukan agenda mediasi.

“Karena mediasi ini adalah tahapan wajib yang harus dilalui setiap perkara sengketa perdata,” ujar Isdaryanto.

Menurut Pak Is, panggilan akrabnya, ia ditunjuk sebagai Hakim Mediator, sedangkan tugas Hakim Mediator  menurut pria yang pandai membuat puisi itu untuk memfasilitasi bagi para pihak untuk kemungkinan adanya perdamaian.

“Agenda mediasi yang pertama tadi sudah kita lakukan, yang pada pokoknya para pihak akan bertemu kembali, pada hari Rabu yang akan datang tepatnya pada tanggal 13 Desember 2017. Jadi proses mediasi masih berjalan. Saya juga baru memperoleh penunjukkan hari ini, jadi masing-masing masih mempelajari dan belum bisa kita sampaikan hasilnya,” jelasnya.

Lebih jauh Isdarianto berharap agar dalam mediasi tersebut dapat ditemukan perdamaian. Sedangkan waktu dalam mediasi tersebut  dibatasi selama maksimal 30 hari, dan dapat diperpanjang 10 hari kalau ada kemungkinan perdamaian.

“Namun jangka waktu tersebut bisa juga sebelum jangka waktu diputuskan apakah mengalami kebuntuan, atau deadlock, atau sebaliknya,” pungkas pria asli Solo tersebut.

Seperti diberitakan sebelumnya, Ahmad Bagus Kurniawan (30) melalui Kuasa Hukumnya M. Soleh mendatangi Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Bojonegoro. Kedatangannya tersebut dalam rangka mengajukan gugatan terhadap empat pihak terkait pengisian perangkat desa, Rabu (22/11/17).

Menurut M. Sholeh bahwa gugatan tersebut terkait pengisian perangkat desa se-Kabupaten tetapi penggugatnya 1, yakni Ahmad Bagus Kurniawan.

Lebih jauh Sholeh menjelaskan bahwa dalam hal tersebut, dirinya mengatakan yang mejadi tergugat adalah, Tim Pengisian Perangkat Desa (TPPD) Desa Kedungrejo, Kecamatan Malo, yaitu Drs. Khamim selaku Ketua Koordinator Tim Pengisian Perangkat Desa, Universitas Negeri Semarang (UNNES) selaku pembuat naskah ujian seleksi TPPD, serta Bupati Bojonegoro Cq Tim TPPD tingkat Kabupaten. (Sandi Suswondo).

121 kali dilihat, 7 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan