Kamis, 14 Desember 2017

Saksi Kunci Kasus Narkoba WN Korsel Tak Akan Diperiksa di Persidangan

Kamis, 7/Desember/2017 8:46:39
Park Hae Jin, WN Korsel (paling kanan) yang menjadi terdakwa kasus penyalahgunaan narkotika.

SURABAYA (surabayapost.net) – Saksi kunci Park Ingsun dipastikan tak akan dihadirkan pada sidang kasus penyalahgunaan narkotika dengan terdakwa Park Hae Jin, WN Korea Selatan. Padahal polisi menangkap Park Hae Jin berdasarkan pengakuan Park Ingsun.

Park Hae Jin ditangkap anggota Polrestabes Surabaya berdasarkan pengembangan kasus narkotika Park Ingsun (berkas terpisah). Dari keterangan Park Ingsung itulah, polisi akhirnya bergerak cepat dan berhasil menangkap Park Hae Jin di apartemennya.

Namun meskipun Park Hae Jin ditangkap berdasarkan pengakuan Park Ingsun, namun Jaksa Penuntut Umum (JPU) Farkhan Junaedi memastikan tak akan pernah menghadirkan Park Ingsun sebagai saksi pada sidang Park Hae Jin. Jaksa dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjung Perak ini beralasan pemeriksaan saksi sesuai berkas acara pemeriksaan (BAP).

Bahkan menurutnya, keterangan Park Ingsung sebagai saksi untuk terdakwa Park Hae Jin tidak diperlukan. “Tidak, cukup pembuktian seperti dalam berkas saja,” ucap jaksa Farkhan saat ditemui usai sidang di Pengadilan Negeri Surabaya, Rabu (6/12/2017).

Sementara itu pada persidangan kali ini, tim kuasa hukum Park Hae Jin menghadirkan dua saksi meringankan untuk dimintai keterangan. Dua saksi tersebut yaitu Sumartono dan Sahril yang merupakan pengurus PBTI KONI Jatim.

Dalam keterangannya, Sumartono mengaku, dirinya mengetahui Park Hae Jin ditangkap setelah dihubungi anggota Satreskoba Polrestabes Surabaya. “Setelah dihubungi polisi, saya baru tahu kalau terdakwa (Park Hae Jin) ditangkap,” ungkapnya.

Sumartono bahkan menyatakan, terjerumusnya Park Hae Jin dalam dunia narkoba karena beban jauh dari keluarga. “Mungkin karena jauh dari keluarga,” ucapnya.

Keterangan Sumartono ini membuat ketua majelis hakim Pujo Saksono meradang. “Kamu memberikan keterangan yang benar, jangan pakai kata mungkin kayak paranormal saja,” bentak hakim Pujo kepada Sumartono.

Sedangkan Sahril mengaku tidak pernah sama sekali melihat Park Hae Jin mengkonsumsi narkoba. “Selama ini tidak pernah pakai,” ucapnya.

Sahril juga mengaku tidak pernah melihat surat dokter yang menyatakan bahwa Park Hae Jin adalah pengguna narkoba. Pengakuan ini dilontarkan Sahril untuk menjawab pertanyaan jaksa Farkhan seputar apakah Park Hae Jin mengalami ketergantungan narkoba.

Perlu diketahui, Park Hae Jin membeli sabu dari seseorang yang tidak dikenal melalui pesan singkat. Dalam transaksi tersebut, Park Hae Jin yang merupakan konsultan taekwondo atlet KONI Jatim ini membeli dua poket sabu dengan harga Rp 1,8 juta dan uang transaksi ditaruh di kotak pos yang berada di ruang basement apartemen Gunawangsa, sesuai perintah yang diterima dalam pesan singkat.

Penangkapan terdakwa merupakan hasil pengembangan dari kasus narkotika dengan terdakwa Park Ingsung (berkas terpisah) yang ditangkap terlebih dulu. Dalam kasus ini, terdakwa dijerat pasal 112 ayat 1 dan pasal 127 UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. (Arifan)

1,686 kali dilihat, 9 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan