Kamis, 14 Desember 2017

Sumardhan: Kalau Tak Ada Itikad Baik, Candra Akan Saya Laporkan ke Mabes Polri

Senin, 4/Desember/2017 20:39:57

MALANG (Surabayapost.net) – Tiga saksi dihadirkan dalam sidang lanjutan Timotius Tonny Hendrawan alias Apeng,di Pengadilan Negeri (PN) Kota Malang.Ketiga saksi itu adalah Amalia Safitri,SE,mantan karyawan Chandra Hermanto atau pelapor, Vavan Yudhianto adik kandung Chandra Hermanto serta Dewi Purnamasari isteri Chandra Hermanto.

Dalam persidangan, majelis hakim PN Kota Malang yang dipimpin Rightmen MS Situmorang, memeriksa ketiga saksi yang disebut dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) pada kasus dugaan penipuan penggelapan tersebut.

Dalam sidang yang dimulai pukul 11.00 WIB hingga 12.30 WIB ini, Majelis hakim, jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Malang Hadi Riyanto SH dan kuasa hukum Apeng, Sumardhan SH bergantian mengajukan pertanyaan kepada para saksi. Sumardhan yang juga advokat dari kantor pengacara Edan Law menyebut bahwa keterangan para saksi, menguatkan kliennya.

“Dari keterangan para saksi,yakni Amalia Safitri mantan karyawan Chandra Hermanto saksi BAP serta Vavan Yudhianto adik dari saksi pelapor Chandra serta Dewi Purnamasari. Hampir semua menguatkan dugaan rekayasa BAP, karena mereka diperiksa Polda Jatim 2009, bukan 2016,” tutur Sumardhan kepada awak media,usai mendampingi kliennya dalam persidangan,Senin (4/12/2017).

Ia pun menduga ada persekongkolan jahat dari saksi pelapor yang ingin mengkriminalisasi Apeng kliennya. Fakta-fakta tentang BAP yang diduga tidak benar ini, kata dia, sudah disampaikan dalam eksepsi sebelumnya. Menurutnya, jaksa tidak memakai pra penuntutan untuk menguji BAP.

“Jaksa tidak memakai pra penuntutan, termasuk mengecek BAP serta isinya, sebagai bentuk koreksi. Kalau memang tidak benar, seharusnya jaksa bisa segera mengembalikan berkasnya ke Polda sehingga tidak sampai P-21. Tidak seperti sekarang ini,” tegasnya.

Dengan melihat fakta yang demikian, Mardhan sapaan akrab Sumardhan pun mengancam akan melaporkan Chandra ke Mabes Polri, karena sampai sekarang tidak ada itikad baik untuk berdamai dengan Apeng yang tak lain adalah adik iparnya sendiri.

“Kalau tidak ada itikad baik akan saya laporkan ke Mabes Polri, karena saya duga ada permufakatan jahat merekayasa BAP dengan tujuan menghukum orang yang tak bersalah ,”jelasnya.

Sementara itu Mardhan membantah Apeng telah menjual lahan SHM nomor 102 dusun Manang Grogol Sukoharjo, yang menjadi pokok perkara ini, kepada Hadian Ramadhan warga Jalan Kebangkitan Nasional 83 Surakarta pada 2005 lalu.

“Tidak mungkin menjual karena sertifikatnya saat itu masih di Bank Permata kok. Jadi ya sebenarnya keliru kalau menganggap lahan ini sudah dijual. Ini ditegaskan lagi di Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) Polda Jateng, 21 Desember 2010,” tandasnya.

Sidang masih berlangsung pada Senin pekan depan, dengan agenda pemeriksaan beberapa saksi lagi, yakni notaris Wahyudi Suyanto beserta karyawannya Justin Sri Nugroho. Lalu, Rijen Lamri Sinaga karyawan Bank Permata Jakarta.(cholil).

40 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan