Senin, 11 Desember 2017

Walikota Surabaya Disomasi Seniman

Kamis, 7/Desember/2017 19:57:30
Ira Tursilowati selaku Kepala Bagian (Kabag) Hukum Pemkot Surabaya saat menemui para seniman di Balai Kota Surabaya.

SURABAYA (Surabayapost.net) – Puluhan seniman Surabaya dan Komunitas Bambu Runcing Surabaya (KBRS) mendatangi Balai Kota Surabaya, untuk menyerahkan surat somasi kepada Walikota Surabaya, Tri Rismaharini, pada Kamis 7 Desember 2017. Surat somasi dengan nomor 61/SOM-OS/DKS/XII/2017 itu dilayangkan dengan kuasa hukum dari OS & Partnert Law Office Associate RKI Law Office yang berkedudukan di Jl Darmo Kali No 61 B, Surabaya.

Somasi yang dilakukan para seniman itu karena mereka kecewa dengan keputusan Tri Rismaharini atau Risma terhadap Dewan Kesenian Surabaya (DKS), yang akan dibongkar.

“Surat teguran hukum atau somasi secara resmi sudah dikirimkan ke Walikota Surabaya menjawab surat pengusiran Pemkot kepada DKS. Bilamana dalam waktu 3 hari tidak ditanggapi, maka akan dilanjutkan dengan tuntutan pidana, perdata dan upaya hukum lain,” tegas Seniman Surabaya, yang ikut dalam aksi tersebut, Henri Nurcahyo.

Di Balai Kota, para seniman itu ditemui oleh Ira Tursilowati selaku Kepala Bagian (Kabag) Hukum Pemkot Surabaya. Kepada seniman, Ira menjelaskan bahwa menerima surat somasi namun ia tidak dapat memberi penjelasan, sebab tidak memiliki kewenangan mengenai pembangunan tersebut.

“Saya terima suratnya, nanti saya koordinasikan dengan dinas-dinas terkait. Karena saya tidak punya kapasistas untuk menjawab persoalan ini,” kata Ira.

Untuk diketahui, Pemerintah Surabaya akan membongkar gedung DKS dan Bengkel Muda Surabaya yang terletak di belakang Masjid Assakinah, sebagai perluasan dari Gedung DPRD Surabaya setinggi 8 lantai. Pemberitahuan pengosongan gedung itu disampaikan Pemkot Surabaya melalui Dinas Cipta Karya dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surabaya, pada Selasa 5 Desember 2017. Sebelumnya, Masjid Assakinah sudah dibongkar oleh Pemkot Surabaya.

Dan pada Jumat, 8 Desember 2017, para Seniman dan komunitas KBRS akan menggelar aksi Perlawanan Budaya berupa pentas music, tari , serta pembacaan puisi. Rencananya, yang akan tampil antara lain Ratna ( penari), Eko ( pembacaan puisi), serta music oleh KPJ, Mr. Jack, Sanggar Alang – Alang, Rizal SID, Hery Horn, Yoyok Brigade Metal, Yossi and Muller McCartney, Iyap Gitar, dan banyak lagi. Aksi dilakukan jam 13.00 WIB setelah sholat Jumat.

“Pemkot menggusur ruang berkesenian tanpa ada solusi. Kami terus disingkirkan, ini yang kami pertanyakan,” tutup Henry Nurcayo. (Junaidi/ins)

172 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan